pengertian manajemen

Retno soraya juanda
35110781 / 1DB21

Manajemen terdiri dari 3 program :

1. Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagaimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia, merupakan suatu kumpulan dari orang – orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang – orang inilah yang disebut dengan manajemen.
3. Manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art), melihat bagaimana aktivitas manajemen di hubungkan dengan prinsip – prinsip manajemen.

Manajemen dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :

1. Manajemen lini atau manajemen tingkat pertama, yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, di mana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, contohnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik, pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.
2. Manajemen menengah (midle manager) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan di dalam organisasi. Manager menengah mengarahkan kegiatan manager lain, juga mengarahkan kegiatan – kegiatan yang melaksanakan kebijakan organisasi. Contohnya kepala bagian yang membawahi kepala seksi, kepala devisi, dan lain sebagainya.
3. Manajemen puncak (Top manager), terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Mereka menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya. Contohnya presiden direktur, wakil direktur, sekertaris perusahaan, kepala perwakilan dan sebagainya.

3 aliran manajemen, antara lain :

1. Aliran klasik, terdiri dari :
• Manajemen ilmiah atau dalam bahasa inggris disebut scientific manajement, di populerkan oleh Frederick winslow taylor dalam bukunya yang berjudul principles of scientific management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah “penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekejaan”.
• Teori organisasi klasik / teori administratif, yaitu mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Pada awal abad ke-20, seorang industrian Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen : merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.
2. Aliran perilaku, era manusia sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen ilmiah. Mahzab perilaku tidak tidak medapatkan pengakuan luas sampai tahu 1930-an. Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adalah serangkaian studi penelitian yang dikenal sebagai eksperimen Hawthrone. Eksperimen hawthrone dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an di pabrik Hawthrone milik Western Electric Company Works di Cicero, Illenos.
3. Aliran ilmu manajemen / sains manajemen teori kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif seperti statistik, model optimasi, model informasi, atau simulasi komputer untuk membantu manajemen dalam pengambilan keputusan. Pelopornya adalah sekelompok perwira militer yang di juluki “Whiz Kids”. Para perwira yang bergabung dengan Ford Motor Company pada pertengahan 1940-an ini menggunakan metode statistik dan model kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan di Ford.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s